Halo, para penggemar Lego dan veteran PS2!
Masih ingat sensasi melihat karakter mungil di layar terurai berkeping-keping, lalu perlahan-lahan menyusun dirinya kembali? Atau momen ketika Anda rela mengulang level yang sama berkali-kali hanya demi mengumpulkan semua Studs yang berkilau?
Game Lego di era PS2 melewati perjalanan yang sangat menarik. Dari karya-karya eksperimental awal, hingga seri klasik yang melahirkan “formula Lego” yang kita kenal sekarang 10 game ini hampir mencakup seluruh eksperimen Lego di PS2. Mari kita “bongkar” satu per satu!
1. Lego Bionicle (2003)
Ini adalah game Bionicle pertama di PS2, berdasarkan film Bionicle: Mask of Light dan alur cerita lainnya. Pemain bisa berperan sebagai enam Toa, menjelajahi hutan, pegunungan, dan danau di Pulau Mata Nui sambil memecahkan teka-teki dan bertarung.

Ada desain yang cukup menarik: Anda bisa membuat karakter berselancar di atas lava, meluncur melewati kanopi pohon, bahkan bermain ski menuruni gunung. Tapi jujur saja, reputasi game ini kurang bagus IGN hanya memberi skor 3,8, dan pemain mengeluh “terlalu mudah mati, senjatanya juga kurang bagus, sulit bertahan sampai checkpoint”. Kalau Anda penggemar berat Bionicle, mungkin masih bisa menemukan kesenangan; kalau bukan, melewatkannya tidak masalah.
2. Lego Bionicle Heroes (2006)
Dibanding pendahulunya, sekuel yang dikembangkan TT Games ini jelas jauh lebih matang. Pemain bisa berperan sebagai Toa atau Piraka, bertarung melawan lebih dari 50 karakter Bionicle di hutan, gunung berapi, dan gurun Voya Nui.

Genrenya lebih condong ke third-person shooter, dan setiap karakter punya senjata serta kemampuan unik seperti berjalan di atas air atau mengendalikan api. Rating ESRB-nya E10+, cocok untuk pemain di atas 10 tahun. Kalau Anda menyukai dunia Bionicle, game ini jauh lebih layak dicoba daripada yang pertama.
3. Lego Drome Racers (2002)
Ini adalah “peralihan sci-fi” dari seri Lego Racing di PS2. Pemain berperan sebagai Max Axel, mengikuti kejuaraan balap futuristik yang menggabungkan trek kota, pegunungan, dan ngarai.

Mekanisme intinya adalah “multi-challenge” waktu penyelesaian setiap ronde diakumulasikan ke ronde berikutnya, jadi kalau Anda tertinggal 3 detik, di balapan berikutnya lawan memberi Anda keunggulan 3 detik. Idenya cukup segar, tapi eksekusinya kurang memuaskan. Sebagian besar ulasan di Metacritic “Mixed”, IGN memberi 62, dan GameSpot hanya 54. Seorang pemain bahkan berkata: “Kontrolnya sangat buruk, sering tiba-tiba kehilangan kendali atas mobil.” Kecuali Anda penggemar berat Lego Racing, game ini bisa dilewati.
4. Lego Soccer Mania (2002)
Game sepak bola versi Lego, setiap tim berisi 6 pemain, tanpa offside, throw-in, dan pelanggaran. Ada beberapa item seperti boost, shield, atau mengubah bola menjadi bom, yang menambah sedikit variasi pertandingan.

Ulasan GameSpot cukup tepat: “Ini game sepak bola yang lumayan, tapi kedalamannya kurang, tidak cukup menarik bagi pemain yang mencari pengalaman sepak bola ‘serius’.” Posisinya jelas game sepak bola santai untuk anak-anak. Kalau Anda mencari pengalaman ala Pro Evolution Soccer, ini bukan pilihan; tapi kalau hanya ingin game dua pemain yang santai, bisa dicoba.
5. Lego Island Xtreme Stunts (2002)
Ini adalah game ketiga sekaligus terakhir dari seri Lego Island. Pemain berperan sebagai Pepper Roni, kurir pizza yang secara tidak sengaja menjadi bintang utama dan stuntman dalam film aksi Xtreme Stunts.

Inti game ini adalah lima mini-game: balapan jalanan, motocross, jet ski, pengejaran udara, dan terjun payung. Setiap mini-game mewakili satu adegan dalam film. Ada juga Pulau Lego open-world yang bisa dijelajahi bebas, menyelesaikan misi sampingan, dan mengumpulkan item. Gayanya ringan dan humoris, cocok untuk pemain muda, tapi kedalamannya terbatas dan bisa terasa repetitif kalau dimainkan terlalu lama.
6. Lego Batman: The Videogame (2008)
Ini adalah fondasi sebenarnya dari “game Lego modern”. Dikembangkan Traveller’s Tales dan diterbitkan Warner Bros., untuk pertama kalinya pemain tidak hanya bisa berperan sebagai pahlawan, tapi juga menjalani story mode dari sudut pandang penjahat.

Game ini menggunakan musik klasik karya Danny Elfman dari film Batman tahun 1989, atmosfernya sangat kuat. Anda bisa mengendalikan Batman dan Robin, menggunakan Batmobile, Batwing, dan Batboat, melawan penjahat klasik seperti Joker, Penguin, Riddler, Poison Ivy, Two-Face, dan Catwoman. Ada juga Free Play Mode yang memungkinkan Anda kembali ke level sebelumnya dengan karakter yang sudah terbuka untuk mencari area tersembunyi nilai replay-nya tinggi. Kalau Anda hanya ingin memainkan satu game Lego di PS2, ini pilihan yang sangat tepat.
7. Lego Indiana Jones: The Original Adventures (2008)
Masih dari TT Games, game ini membawa tiga film pertama Indiana Jones ke dunia Lego. Terbagi menjadi 18 level yang tersebar merata di ketiga film, dari Raiders of the Lost Ark hingga The Last Crusade.

Cambuk Indy di sini adalah alat serbaguna bisa digunakan untuk berayun melewati jurang, menyerang musuh, dan menghancurkan objek. Ada lebih dari 60 karakter yang bisa dimainkan, termasuk Sallah, Mola Ram, Marion Ravenwood, Short Round, dan lainnya. Menariknya, demi menjaga nuansa “family friendly” khas Lego, Nazi di game ini diganti menjadi anggota “cult” berjas hujan. Mode co-op dua pemain tetap mendukung join kapan saja, cocok dimainkan bersama teman.
8. Lego Racers 2 (2001)
Sekuel kedua Lego Racing ini jauh lebih bebas dibanding pendahulunya. Pemain bisa mengendarai dan menjelajahi lima dunia dengan bebas: Sandy Bay, Dino Island, Mars, Arctic, dan Xalax.

Setiap dunia memiliki empat balapan reguler, satu balapan Boss, dan hub yang menghubungkan semua balapan. Kumpulkan blok emas untuk membuka dunia baru. Setiap Boss punya keunikan misalnya Boss di Dino Island
menuangkan oli ke jalan agar Anda tergelincir, sedangkan Boss di Mars adalah robot berjalan raksasa yang tidak bisa dihancurkan. Ada juga editor kendaraan dan karakter, jadi Anda bisa merakit mobil sendiri. Ulasan IGN dan GameSpot biasa saja, tapi bagi penggemar Lego Racing, ini salah satu yang paling lengkap di PS2.
9. Lego Star Wars: The Video Game (2005)
Inilah awal mula segalanya. Pada 2005, TT Games menceritakan ulang trilogi prekuel Star Wars dengan gaya Lego, dan hasilnya langsung meledak.

Game ini mencakup seluruh cerita dari The Phantom Menace hingga Revenge of the Sith, dengan lebih dari 30 karakter yang bisa dimainkan, termasuk Obi-Wan, Anakin, Yoda, R2-D2, Jar Jar Binks, dan lainnya. Pemain kedua bisa bergabung kapan saja dalam mode co-op. Setelah mati, karakter otomatis “tersusun kembali”, tanpa batasan nyawa. Level dipenuhi Studs dan area tersembunyi membuka level rahasia dan karakter adalah motivasi terbesarnya. Seorang pemain berkata: “Saya beli untuk anak saya, tapi malah saya sendiri yang main diam-diam di malam hari.” Itulah pesona Lego Star Wars.
10. Lego Star Wars II: The Original Trilogy (2006)
Sekuel setahun kemudian, kali ini mencakup trilogi klasik—A New Hope, The Empire Strikes Back, dan Return of the Jedi. Berkat pengalaman dari game pertama, desain level di sini lebih matang, nuansa 3D-nya lebih kuat, dan pertarungannya lebih kaya.

Banyak pemain menganggap game ini lebih baik dari yang pertama, karena cerita “trilogi original” memang lebih populer, dan game ini tetap mempertahankan humor khas Lego sambil menghadirkan adegan aksi yang lebih seru. Kalau Anda hanya bisa memilih satu game Lego Star Wars, banyak yang akan merekomendasikan yang ini. Tapi dari segi nilai sejarah, yang pertama tetap yang benar-benar melahirkan “formula game Lego”.
Dari 10 game ini, ada yang eksperimental, ada yang terlupakan, dan ada yang benar-benar mengubah lanskap industri game. Perjalanan game Lego di PS2 pada dasarnya adalah kisah sebuah studio kecil (TT Games) yang menggunakan “balok” sebagai bahasa paling sederhana untuk menceritakan ulang film-film yang kita kenal.
Dari langkah canggung Bionicle, hingga kematangan seri Star Wars, lalu mekarnya Batman dan Indiana Jones PS2 menyaksikan perjalanan game Lego dari “adaptasi” menuju “reinterpretasi”.
Kamu dulu main yang mana? Apakah Lego Star Wars yang bikin kamu dan teman berebut controller di sofa, atau Lego Batman yang bikin begadang demi mengumpulkan Studs? Apa pun jawabannya, kebahagiaan “menyusun Lego” itu mungkin adalah salah satu hadiah terbaik dari era PS2.
Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa lagi!